Ternyata, Serunya Rafting Di Sungai Ayung Ubud Bali

07/04/2018, by admin, in Blog | NetTV | Travel, 0 comments

Story Trip – Kali aku mau sharing pengelaman aku waktu main arum jeram di sungai ayung Ubud, Kab. Gianyer, Bali.

Di bagian barat obyek wisata Ubud, Mengarungi Derasnya Arus Sungai Ayung yang menjadi salah satu lokasi favorit olahraga air arung jeram atau yang lebih dikenal dengan nama rafting.

Kalau udah di Sekitar kawasan Sungai Arung rafting terdapat banyak penyedia jasa olahraga air dengan penawaran harga yang baeragam. akhir bulan februari kemarin aku mencoba mengarungi derasnya arus Sungai Ayung dengan penyedia jasa olahraga air Bali Ayung Rafting.

Ayung Rafting aku pilih melihat wisatawan banyak bermain di sini. Jadi akupun mencoba bermain di ayung rafitng bali.

Disaat itu aku sendiri trip bali, untuk mencoba menghilangkan beban aku sih, sebenarnya sih bermain arung jeram itu berkelompok, tapi kebetulan salah satu penyedia jasa olahraga ini walaupun tidak berkelompok.

Jadi ceritanya nanti kita di gabung sama tim yang lain dan kebetulan tim yang aku dapat itu bareng sama wisatawan asing kalau nggak salah dari Negara Australia & Benua Eropa.

Apa lagi mereka berpasangan semua sih, tapi kenaling dulu semua tim rafting aku yang bule itu loh. raLina, Arcon

Setelah aku sudah pakai pelampung dan helm untuk keamanan untuk kepala dan selanjutnya kami di antar menuju lokasi rafting itu jaraknya sekitar 5 kilometer atau sekitar 10 menit perjalanan.

Setelah pengantara sudah sampai di lokasi dan selanjutnya petualangan menegangkan kami dimulai dengan menuruni anak tangga menuju tepian Sungai Ayung.

Perjalanan menuju tepi Sungai Ayung tersebut cukup menguras tenaga, Dengan mengenakan helm, dan jaket pelampung, kami menuruni puluhan anak tangga sambil menenteng dayung masing-masing. “Kalau nurunin tangga kayak gini sih sepertinya kita enggak perlu lagi pemanasan,”

Akhirnya, kelelahan kami terbayardan Ssampai lah kami di tepi Sungai Ayung Ubud Bali. Terlihat beberapa perahu karet sudah diparkir berjejer di tepian sungai tersebut. Sebagian perahu mulai dipenuhi pengujung, sementara perahu kami masih pengisian angin.

Sambil Tunggu Di isi angin perahu karet yang kami naiki, pemandu wisata alias guide menyampaikan pengarahaan mengenai bagaimana mendayung di atas perahu nantinya.

Sebenarnya aku nggak terlalu fokus ke pengarahan  mengenai pemandu itu, soalnya aku sendiri wisatawan lokal dan 4 wisatawan asing, jadi pemandu alias guide menggunakan bahasa inggris untuk jelaskan mengenai di atas perahu, lagian aku juga fokus untuk mengambil gambar untuk kebutuhan TRAVEL VLOG aku sih.

Kami pun naik ke salah satu perahu, jadi aku wisatawan lokal dan memilih duduk sendiri di tengah, karna mereka pada berpasangan, tapi aku nggak berkecil hati karna mereka sangat ramah sama aku, kalaupun aku nggak tahu pakai bahasa inggris. wkwkwkw

Tak lama kemudian, perahu rombongan kami pun memulai perjalanan. Satu perahu diisi empa hingga lima orang peserta ditambah dengan satu pemandu. Kami akan mengarungi kurang lebih 12 kilometer Sungai Ayung dalam waktu tempuh kira-kira dua jam.

Untuk mengikuti rafting, ada baiknya Anda mengenakan pakaian olahraga dengan sepatu olahraga atau sandal gunung.

Tak hanya itu, kami bareng tim untuk singgah berfoto di bawah air terjun kecil yang terdapat di beberapa titik di tepi Sungai Ayung. Untuk derasnya arus, Sungai Ayung memang cocok bagi pemula. Jika dibandingkan dengan arus Sungai Citarik, atau Telga Waja,

Arus Sungai Ayung belum seberapa. Hanya saja, mengikuti rafting di Sungai Ayung menciptakan kesan tersendiri karena keindahan alam di tepian sungainya.

Pepohonan tampak rimbun seolah memayungi kami yang tengah berperahu karet. Suara burung-burung pun terdengar merdu seolah kami berada di hutan belantara.

Sekitar satu jam berperahu, kami beristirahat sejenak. Perahu karet yang kami tumpangi pun menepi. Di tepian sungai terdapat warung yang menyediakan beragam makanan dan minuman seperti mi instan, kelapa muda, minuman soda, hingga air putih.

Kebetulan pas singgah akupun nggak bawah uang, karna menurut aku bawah uang paling basah juga di sungai dan ternyata banyak banget penjual di pinggir sungai. mungkin tim bule aku, melihat aku nggak beli apa-apa di warung mereka pun nawarin aku untuk ambil beberapa minuman dan makanan.

Tapi aku menolak itu, mungkin aku malu kali ya, hehehe

Sambil nunggui mereka, akupun untuk sempatkan ambil beberapa shoot untuk video untuk kebutuhun TRAVEL VLOG aku.

Tak lama berselang kamipun memulai kembali perjalan yang super seru, bahkan kami sama tim yang lain saling ribut -ribut juga.

Bukan itu aja sih kami juga di manjakan dengan pinggiran Sungai Ayung yang di penuhi dengan ukiran-ukiran cantik.

Mengarungi Sungai Ayung yang panjangnya sekitar 12kilometer dan nggak terasa sudah hampir finish, tapi sebelum finish ada momen seru ini. kebetulan ada bendungan yang kami lewati dan distu seru banget kayat berseluncur dan beberapa meter kemudian dan akhirnya kami sampai juga.

Aku sempatkan dulu untuk meminta sama guide alias pemandu itu untuk wawancara sejenak untuk kebutuhan video aku juga, walaupun awalnya malu-malu di wawancara dan akhirnya pun mau di wawancara sama aku.

Selama perjalanan naik, banyak warga lokal yang menjajakan dagangan mereka seperti suvernir, pakaian, hingga pakaian dalam. Anak tangga yang harus dilalui untuk bisa sampai ke atas cukup panjang. Kaki kami yang sejak awal sudah lelah pun bertambah lelah.

Namun demikian, perasaan senang seusai rafting membuat kami lupa akan lelahnya menaiki tangga meninggalkan tepian Sungai Ayung.

Dan cerita perjalanan kamipun berakhir dengan keseruan bermain arung jeram di sungai ayung ubud bali.